Sore, Matahari Itu Tenggelam
Sore, Matahari Itu Tenggelam.
sore itu datang. sore yang membawa sang matahari pergi dan mengembalikan gelapnya malam.
relasi matahari dengan hati ini sama. ia terbit dan tenggelam. membawa picisan dan kembali di esok hari.
pagi ini aku melihatmu dan mengagungkanmu. seakan kaulah yang terbaik. hati ini buta karenanya.
dan sorenya ia kembali tenggelam mengingat siapa aku? oh, hello. sepatu yang berjejeran di rak sepatu tersenyum berbelas kasian. mereka menyemangatiku dan berbisik pada pasangannya, manusia itu ditakdirkan bersama. jika kau hari ini tidak bisa bersama dengannya, cobalah lain hari.
aku tersenyum kepada sepatu-sepatu dan berlirik kepada daun serta ranting. daun dan ranting berdansa seirama dengan gerak angin. lihatlah mereka sangat indah. setidaknya bisa menghibur hati ini meski sementara.
langkah kaki kembali ku kayuhkan. menelusuri jalanan sore ini. sambil sesekali memperhatikan bayangan badan.
satu..
dua..
tiga..
kita hitung berapa lama matahari tenggelam. dan berapa lama aku harus menunggumu menoleh kepadaku.
matahari tenggelam, rasa ini pun tenggelam. namun tak selamanya. ingatlah aku akan kembali membawa harapan dan senyuman untuk kamu. iya kamu, sayang.
Leave a Comment