Say No To Galau!
Say No To Galau!
Oleh: Rachma Fauziyah
Kamu habis putus cinta? Galau karena ditinggal dia?
Patah Hati? Ga mau makan? Nangis selama dua puluh empat jam karena mikirin
kenapa kalian harus putus? Tenang! Baca artikel ini dan kamu dijamin ga akan
galau lagi gengs.
Putus cinta adalah masa paling pahit yang dialami
kebanyakan remaja. “Maaf ya kita lebih baik putus saja,” merupakan kalimat
terakhir yang diucapkan orang dalam putus cintanya. Hanya kalimat itu saja, dan
pihak yang diputusin akan galau setengah mati. Hidup tak bergairah, makan tak
sedap, uring-uringan di kamar sambil update status yang galau-galau. Please
guys, itu basi.
Memang pada awalnya kita akan merasakan getir sakit
di hati. Apalagi ketika kita sudah sayang sama seseorang itu dan dengan
ketidaksiapan kita untuk berpisah dengannya. Tapi coba ambil sisi positifnya.
Misal, putus cinta membuat kita lebih fokus dengan
apa yang ada di genggaman kita saat ini. Sebelum kamu putus, 24 jam harimu akan
teringat ke dia. Dia lagi, dia terus, dia melulu. Apa ga capek mikirin dia? Dia
aja belum tentu mikirin kamu, hihihi.
Setiap belajar, teringat dia, dia lagi ngapain ya,
lagi dimana sekarang dan sama siapa? Pertanyaan itu selalu kamu fikirkan tanpa
henti-henti. Membuat kurang optimalnya aktivitas yang bisa kamu lakukan dengan
optimal – tanpa harus memikirkan dia. Waktumu pun tersita dengan bayangan dia.
Tugas perlahan-lahan mulai kamu tinggalkan, dan lagi-lagi, waktumu tersita oleh
dirinya. Tugas belum kelas, chattingan dengan dia pun tidak kelar, besoknya di
sekolah kamu kena hukuman karena belum mengerjakan tugas. Ckckck.
Putus cinta juga membuat hati kita lebih tegar,
dengan catatan kamu bersabar dalam menerima hal tersebut. Tidak sedih, apalagi
nangis. Tertawa saja jika kau merasakan sakit, itu bisa meredakan sakit hatimu.
Tertawalah, dan kau akan menemukan titik kebahagian di dalam kesakitanmu. Tertawai
dirimu, karena kamu sudah pernah mengalami putus cinta di hidup. Tertawai juga
dirinya karena telah memutuskan dirimu yang sangat limited edition, hahaha.
Ketiga, putus cinta membuat kita lebih bersyukur
kepada Allah SWT. Bersyukur karena Allah sayang kepada kita. Allah tidak ingin
kita berlama-lama dalam kubangan dosa karena telah melaksanakan larangannya.
Kamu tahu kan, Allah bersabda, “Jangan kau dekati zina.” Nah, mendekati zina
saja tidak boleh, apalagi pacaran?
Sebagai gambaran bahwa pacaran itu zina adalah
seperti ini, menatap lawan jenis dengan syahwat saja berdosa. Lalu kalian
terikat pacaran, dimana yang setiap harinya bertatap wajah, saling
berpengangan. Dari tangan menjalar kebagian tubuh lainnya, Astaghfirullah dosa
gengs.
Bila kalian sampai saat ini masih pacaran, kalian
akan menabung dosa dan tabungan itu semakin banyak dan banyak lagi sampai
meledak. Oke ini lebay. Tapi memang seperti itu gengs. Pikirkan kita berpacaran
dengan dia sampai 3 tahun. 3 tahun mempunyai 36 bulan. 36 bulan memiliki 1095
hari. Dan apabila dosa satu hari sebanyak 10, lalu kalikan 10 dengan 1095.
Berapa hasilnya? Banyak.
Ayo kita istighfar bersama. Astaghfirullah. Terlalu
banyak dosa yang kita tumpuk. Yang kita tidak pedulikan selama ini.
Dengan putus cinta, kita akan putus juga dari untaian
dosa. Itu artinya, Allah mengingatkan kita untuk kembali pada-Nya. Pada
jalan-Nya. Tidak lagi berkerumun dengan dosa.
Ayo nikmati masa mudamu. Jangan kau pakai untuk
bergalau ria memikirkan dia yang bukan masa depanmu. Dia bukan tujuan hidupmu.
Tujuan hidupmu adalah sukses, dan bangkit meninggalkan kesia-siaan. Kejar
cita-citamu dan tinggalkan masa lalumu. Buat ia sebagai pelajaran agar kau tak
mengulanginya kembali.
Leave a Comment