21 Februari
21 Februari
Rachma Fauziyah
Terhitung sudah hampir dua bulan kami berada di Rumah Gemilang Indonesia. Banyak kisah yang telah tertoreh, dan banyak pengalaman yang kami dapatkan. Sedih suka kami merasakan itu semua. Entah mengapa, waktu begitu cepat berlaju. Tapi aku merasa seperti ada yang kurang. Tapi apa?
Bahkan sampai saat ini aku masih mencari jawaban atas pertanyaanku. Kurang maksimalkah? Kurang semangatkah? Atau kurang apa? Tak tahu.
Kurasa memang akhir-akhir ini aku kurang semangat. Beberapa hari yang lalu, aku teringat motivatorku, Mamah Papah. Sudah terhitung satu bulan aku belum pulang ke rumah. Mungkin dari sana aku merasa rindu. Rindu akan suasana rumah. Rindu akan adikku yang masih kecil, imut dan menggemaskan. Rindu akan kamar kecil tapi besar artinya bagi hidupku. Rindu akan suasana pagi ketika sarapan bersama. Dan rindu akan malam menjelang tidur.
Mah, aku disini merindukan Mamah. Tanpa komunikasi selama satu bulan ini membuatku perlahan-lahan lesu. Aku butuh hadirnya Mamah disamping ku, saat ini.
Pah, aku disini merindukan Papah. Aku merindukan nasihat dan omelan Papah.
.......
Beginilah curhatan hati di tanggal 21 Februari, ketika suasana hati sedang buruk, kerinduan akan rumah pun mencuak.

Leave a Comment