Pengalaman Seru Menjadi Relawan di Acara My Heart For Yatim
Pengalaman Seru Menjadi Relawan di Acara My Heart For Yatim
Tepat pada tanggal 23 April 2016 kemarin, kami - sebut saja Ashabul Kahfi. Tujuh orang yang menjadi relawan dalam acara My Heart For Yatim yang berjudul "Pemeriksaan Gigi Gratis". Relawan disini maksudnya ialah membantu acara dalam bidang desain poster. Kebetulan yang menjadi relawan adalah anak-anak dari kelas Desain Grafis, Rumah Gemilang Indonesia angkatan 16.
Jadi awal mulanya seperti ini,
Bapak Budi, memberikan informasi bahwa My Heart For Yatim, membutuhkan beberapa orang untuk membantu acara dalam membuat poster-poster, spanduk, x-banner dan sticker. Dan terbentuklah, Aku, Kak Dewi, Ayu, Rifdah, Mia, Bang Aji dan Bang Riyadi menjadi tujuh orang relawan tersebut.
Kami langsung membagi tugas. Rifdah membuat backdrope, Bang Riyadi membuat sticker, Kak Eva dan Bang Aji membuat X-Banner, aku sendiri membuat poster. Sebenarnya pasukan kami bertambah seiring jalannya waktu, yaitu bertambah Bang Akmal, sebagai pembuat spanduk.
Ada yang lucu saat pembuatan spanduk. Malam itu, entah tanggal berapa, kami - sang Ashabul Kahfi, sedang mengerjakan proyek di kelas. Dan datanglah Bang Akmal dengan muka kusutnya. Dia bilang bahwa dia kehilangan sesuatu, sampai dia mencari kemana-mana. Disaat itu pula, kami mencoba menenangkannya. Eh Bang Akmal bertanya kepada kami, kalian lagi ngapain? Kami menjawab, kami sedang membuat poster dan spanduk untuk keperluan acara My Heart For Yatim. Kami tanya lagi Bang Akmal, apa dia mau bantu kami membuat spanduk atau tidak, eehh untungnya dia mau membantu dalam membuat spanduk "Selamat Datang."
Lucu sekali Bang Akmal, dalam raut muka yang lagi pusing tujuh keliling, dia mau membantu membuat spanduk hanya dengan waktu satu jam sajaaaaa. hahahah mantappp!
Setelahnya, dia balik lagi ke asrama dengan muka yang masih kebingungan, haduuuh atok...atok... (read: atok: sebutan kakek untuk Bang Akmal kkk peace)
Spanduk sudah selesai. Poster pun sudah siap, sampai pada tanggal 19, kami mengumpulkan semua bahan desain kepada Bapak Sofil untuk beliau periksa. Dengan dibantu Kak Iwan, kami merevisi beberapa desain sampai kata "FIX" ada diantara kita. Eaaa...
Menuju hari-H-nya acara, kami bertujuh menyiapkan semua kebutuhan untuk desain panggung dan lainnya. Bang Aji ikut andil dalam mencetak poster dan spanduk yang telah kami buat.
Untuk Wall Of Fame, pada awalnya kami memakai wall of fame karya Ayu, hanya saja ternyata desain itu tidak digunakan karena ada beberapa alasan. Lalu kami membuat wall of fame yang lain, dengan waktu yang sangat singkat. Hanya beberapa jam sajaaaaa....
Beruntung mempunyai tim yang kompak, dan saling mengerti. Tidak ada permasalahan yang terlalu serius. Kami menjalani semuanya dengan santai dan profesional.
Pada hari H-nya, banyak kesan yang kami dapatkan. Mulai dari sebelum acara dimulai, semua panitia pada rapat terakhir, dan kami dipercayai untuk ikut berpartisipasi dalam acaranya.
Apalagi Bang Riyadi. Dia menjadi MC di acara tersebut. Kami menyebut dia "MC dadakan." Karena sebelumnya ga ada MC, dan karena kepepet, jadilah dia yang menjadi MC tanpa ada persiapan wkwkwk. Mungkin ini namanya The Power Of Kepepet.
Terus ada Bang Basit dan Bang Jundi yang ikut berpartisipasi dengan menyumbangkan tenaganya untuk mendokumentasikan acara tersebut. Memotret dan merekam sampai acara selesai.
Kalian harus tau, Mamah dan Haura (adikku) dateng ke RGI. Alhamdu?Lillahhhhh.... Aku udah kangen bingitsss nih sama Mamah, udah dua minggu ga ketemu beliau. Ga ketemu sama adek aku yang super rese jugaaa. Hiks. Sebenarnya saat acara berlangsung, itu minggunya anak putri pulang. Tapi aku ga bisa pulang ke rumah karena ya itu, aku harus ngurusin dekorasi buat acara tanggal 23. Jadilah aku ajak Mamah dan Haura buat dateng ke RGI.
Seneng banget rasanya dijengukin, apalagi Mamah bisa ngeliat hasil desain aku dipajang dalam acara tersebut. Aku membuat 3 poster. Dan Mamah sangat bangga melihatnya. Sampai Mamah foto hasil poster aku dan dipamerin ke teman-teman di bbmnya, hahahaha dasar Mamah Sosialita...
Sebenarnya, pas Mamah aku belum datang, selama acara berlangsung, aku beteeeeee buangetttt. Soalnya udah malamnya begadang, pagi bangunnya kepagian, terus pas paginya ada yang bikin aku bete, aku jadi bete sampai siang. Eh pas Mamah dateng sama Haura, rasa bete itu hilang dan aku nangis didepan beliau. Sampai diejek sama Bapak Heri huhuhu.
Acara berlangsung lancar. Anak-anaknya lucu dan sopan. Setiap bertemu dengan panitia, pasti dia senyum dan sapa. Pas makan siang pun begitu, anak-anak pada menawarkan makanannya kepada kami. Betapa sopan dan lucunya.
Sampai di penghujung acara, aku, Mia dan Bang Aji mewawancarai beberapa anak tentang kesan dan pesan mereka selama acara berlangsung. Mamah memperhatikan anaknya yang sedang bekerja. Haura juga seperti itu, melihat Kakaknya yang lagi merekam.
Saat para tamu pulang, kami tidak lupa untuk foto bersama di depan pintu masuk RGI. Berfoto bersama panitia yang lain, dan Bapak Rayan - selaku ketua dari acara ini. Acara diakhiri oleh perpisahan yang sangat berkesan. Sampai berjumpa dikesempatan berikutnya, Dekk...
Btw, kalian harus tau malam sebelum hari H acara. Jadi gini guysss, malam minggu, alias tanggal 22, sehari sebelum acara diadakan, kami, panitia Ashabul Kahfi begadang sampai jam 12 malam. Mungkin jam 12 malam lebih. Mungkin juga jam satu. Hahaha.
Kita membuat dekorasi panggung yang ceria dan berwarna, ya maklum namanya juga acara untuk anak kecil ya wkwk. Terus kita buat burung dari kertas origami, yang kita tempelin di atap atap. Jadi keliatannya burung itu terbang. Kita juga buat bendera yang dipasang di atap juga. Udah kaya festival deh hehehe.
Kami mengerjakannya ngga cuma bertujuh, dibantu oleh banyak orang. Sampai ada anak kelas lain yang ikut turun tangan ngebuat burung-burungan, terus Bang Basit yang ikut begadang, bantuin kita ngedekor wall of fame. Padahal malam minggu itu anak cowoknya pada nonton film di aula. Tapi kita ga ikutan nonton ya karena itu tadi, kita syibuuk wkwkwk.
Pengalaman yang seru dan banyak pelajaran yang kami temui. Entah itu menjaga kekompakan, cara menjalin kerja sama, dan lainnya. Kerja keras kami banyak menghasilkan acungan jempol oleh beberapa pihak. Termasuk oleh instruktur kami, yaitu Bapak Budi.
Ada perasaan bangga tersendiri karena telah melewati satu acara dimana kami ini benar-benar terlibat dan melibatkan ilmu yang kita pelajari, yaitu tentang desain grafis. Sangat beruntung bisa menjadi bagian dari Ashabul Kahfi. Dan kami berharap agar bisa ikut andil lagi dalam acara-acara selanjutnya. Aamiin.
Mungkin sekian yang bisa aku sampaikan tentang pengalamanku. Buat foto-fotonya menyusul ya di satu page yang terpisah. Sekarang cukup ceritanya aja dulu, hehehe. Sekian dan terimikiciwww....
waaa ada nama aku di artikelnya.. wkwkw
BalasHapuswaaa nama aku juga ada hahahaha
BalasHapus